2026 Sudah Siap Untuk Investasi?, Awas jangan sampai kena investasi Bodong, Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong…!!!
Korban-korban investasi bodong seakan tidak ada habisnya dan tidak pandang bulu, mulai dari kalangan awam, kalangan profesional hingga kalangan selebritis kerap kali muncul sebagai korbannya. Yuk, kenali ciri-ciri investasi bodong agar kita tidak mudah terjerat!
Nah, supaya kita tidak mudah tergiur oleh tawaran yang fantastis namun ternyata kerugiannya bombastis, sebaiknya pelajari ciri-ciri investasi bodong seperti telah dijabarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berikut ini.
Imbal hasil di luar batas kewajaran dalam waktu singkat
Dalam melakukan investasi terdapat dua hal utama yang wajib dipahami oleh masyarakat, yaitu tingkat imbal hasil yang ditawarkan (return) dan tingkat risiko. Kita harus selalu ingat bahwa imbal hasil yang tinggi selalu disertai dengan risiko yang tidak kalah tingginya (high risk high return). Jadi, ketika ada penawaran investasi dengan return yang tinggi dan di luar kewajaran, kita patut waspada dengan risiko yang mungkin muncul, apalagi dengan iming-iming menjanjikan keuntungan dalam waktu yang singkat.
Penekanan utama pada perekrutan
Banyak aksi investasi bodong ini yang bertujuan selain untuk menggalang dana sebesar mungkin, juga untuk menggalang massa (dalam hal ini investor) sebanyak mungkin. Caranya bisa dengan mengadakan acara kumpul-kumpul santai hingga kadang muncul di acara formal.
Selain itu, perekrutan anggota atau investor juga bisa dengan cara MLM (Multi-Level Marketing) atau member get member. Dua cara yang terakhir ini biasanya menawarkan keuntungan tambahan jika investor bisa merekrut anggota baru. Memang tak semua sistem MLM itu patut dicurigai sebagai skema investasi bodong. Namun, jika produk yang dipasarkan menggunakan sistem MLM bukan merupakan produk yang berkualitas dan bisa dipasarkan, kamu perlu waspada!
Cara pengelolaan tidak transparan
Sebuah lembaga keuangan dengan produk investasi yang kredibel selalu mengedepankan asas transparansi dan kejelasan, terutama dalam hal cara pengelolaan dananya. Selain itu, lembaga yang kredibel juga akan selalu transparan mengenai risiko investasi dan langkah-langkah mitigasinya, sehingga nasabah atau investor akan lebih teredukasi mengenai produk investasi yang akan mereka ambil dan juga sadar akan risiko yang mungkin terjadi.
Struktur kepengurusan, kepemilikan, kegiatan usaha dan alamat kantor yang tidak jelas
Kejelasan mengenai struktur kepengurusan, struktur kepemilikan, struktur kegiatan usaha dan alamat domisili usaha adalah hal yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan maupun lembaga keuangan yang kredibel. Kamu perlu mengetahui hal-hal tersebut agar bisa tetap waspada seandainya terjadi masalah di kemudian hari. Bayangkan saja, ketika kamu sudah berinvestasi di suatu produk, kemudian kabar beritanya hilang atau pimpinan perusahaannya kabur begitu saja, kepada siapa kita akan menuntut pertanggungjawabannya?
Legalitas yang meragukan, bahkan tidak mengantongi izin
Banyak kasus kerugian investasi bodong terjadi karena produk
investasi tersebut ilegal dan kemudian perusahaannya gulung tikar, entah karena
bangkrut ataupun digulung paksa oleh instansi yang berwenang. Maka, sangat
penting untuk mengetahui apakah perusahaan atau lembaga keuangan yang
menawarkan produk investasi tersebut sudah memiliki legalitas dan izin yang
dapat dipertanggungjawabkan.
beberapa tips & trik jitu agar kita semua terhindar dari jerat zonk investasi bodong:
1. Perhatikan siapa / perusahaan apa yang menawarkan. Akan lebih baik jikaperusahaan tersebut terdaftar di lembaga regulasi terkait.
2. Lakukan “riset” sederhana tentang peluang investasi yang ditawarkan; pahami
penawarannya
3. Ada istilah “if it’s too good to be true, then it’s probably not true“.
Jadi pahami risiko yang muncul dan sesuaikan dengan profil kita sebagai
investor.
Nah, dengan mengetahui ciri-ciri investasi bodong dan juga menerapkan tips dan trik di atas, semoga kita bisa memilih instrumen investasi yang tepat untuk kita dan terhindar dari ancaman kena zonk investasi bodong.